Jumat, 04 Januari 2013
LITOSFER DAN ATMOSFER
Lapisan Penyusun Bumi
1. Litosfer
2. Astenosfer
3. Mesosfer
4. Barisfer
LITOSFER
Adalah lapisan terluar bumi,disebut juga kerak bumi.
Berdasarkan bahan penyusunnya, litosfer terbagi menjadi 2 macam :
1. Lapisan luar yaitu lapisan yang tersusun atas silikat dan alumunium.
2. Lapisan bawah yaitu lapisan yang tersusun atas silikat dan magnesium.
Bentuk muka Bumi terdiri atas 3 bagian:
1. Daratan yaitu bentuk permukaan bumiyang terletak di atas permukaan laut.
2. Lautan yaitu permukaan bumi yang terdiri atas air.
3. Gunung yaitu bentuk permukaan bumi yang tinggi dari permukaan laut dan menjulang lebih dari 400 m.
Magma, lava dan lahar
Jenis-jenis batuan sedimen :
Jenis-jenis batuan metamorf :
Yaitu lapisan udara yang menyelimuti bumi. Terdiri atas gas nitrogen (78%), oksigen (21%), sisanya terdiri atas gas lain seperti argon, karbondioksida, metana, dan uap air.
Manfaat atmosfer
1. Menyediakan udara untuk pernapasan.
2. Mengendalikan suhu Bumi.
3. Pelindung terhadap radiasi ultraviolet.
4. Melindungi permukaan Bumi dari jatuhnya meteor.
5. Mediumpenyebaran sinyal komunikasi radio.
Lapisan atmosfer dari yang paling bawah ke yang paling atas:
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Mesosfer
4. Ionosfer
Pemanasan global
Disebut juga efek rumah kaca, yaitu peristiwa peningkatan suhu rata-rata Bumi secara menyeluruh. Terjadi karena peningkatan gas-gas rumah kaca. Dimana dalam atmosfer Bumi terdapat gas-gas karbondioksida, metana, klorofluorokarbon, dan nitrogen oksida. Gas-gas ini menyerap dan memancarkan sebagian besar energy inframerah yang dipancarkan matahari. Jadi, energy inframerah yang diserap terperangkap dalam atmosfer dan membuat bumi tetap hangat. Secara normal tanpa penyerapan ini suhu Bumi akan 33oC lebih rendah dari suhu normal Bumi. Tetapi suhu akan meningkat karena gas-gas tersebut terperangkap di atmosfer dan dipancarkan kembali ke Bumi.
Akibat yang ditimbulkan dari terjadinya pemanasan global:
1. Terjadinya hujan asam.
2. Perubahan pola hujan dan cuaca.
3. Esdikutub mencair.
4. Gelombang panas.
1. Litosfer
2. Astenosfer
3. Mesosfer
4. Barisfer
LITOSFER
Adalah lapisan terluar bumi,disebut juga kerak bumi.
Berdasarkan bahan penyusunnya, litosfer terbagi menjadi 2 macam :
1. Lapisan luar yaitu lapisan yang tersusun atas silikat dan alumunium.
2. Lapisan bawah yaitu lapisan yang tersusun atas silikat dan magnesium.
Bentuk muka Bumi terdiri atas 3 bagian:
1. Daratan yaitu bentuk permukaan bumiyang terletak di atas permukaan laut.
2. Lautan yaitu permukaan bumi yang terdiri atas air.
3. Gunung yaitu bentuk permukaan bumi yang tinggi dari permukaan laut dan menjulang lebih dari 400 m.
Magma, lava dan lahar
- Magma yaitu cairan batuan yang sangat panas dan terletak di perut Bumi.
- Lava yaitu magma yang keluar dari perut Bumi dan mengalir.
- Lahar yaitu lava yang bercampur dengan benda-benda lain.
- Batuan Beku yaitu batuan yang terbentuk dari magma yang keluar dan membeku. Menurut tempat terbentuknya batuan beku terbagi 2 :
- Batuan beku dalam (instrusi), yaitu batuan beku yang terbentuk di dalam permukaan Bumi.
- Batuan beku luar (ekstrusi), yaitu batuan beku yang terbentuk pada permukaan Bumi.
- Batu apung, berwarna keabu-abuan, berpori, bergelembung, ringan terapung dalam air . terbentuk dari pendinginan lava yang mengandung banyak gas dalam waktu yang cepat dan terjadi di permukaan Bumi.
- Batu Breksi, gabungan dari pecahan-pecahan yang berasal dari letusan gunung berapi, misalnya kuarsa dan kaca. Batu initerbentuk dari bahan-bahan letusan gunung yang terlempar tinggi di udara,kemudian bersatu dan membeku.
- Batu Obsidian,terdiri atas kristal-kristal kasar, berwarna putih sampai abu-abu, kadang-kadang jingga. Terbentuk dari lava yang membeku dan prosesnya cepat.
- Batu Basal, terdiri atas Kristal-kristal yang sangat kecil, berwarnahijau keabu-abuan, dan berlubang-lubang.batu basal terbentuk darilava yang membeku dalamproses yang sangat cepat.
Jenis-jenis batuan sedimen :
- Batu konglomerat,berupa kerikil bulat, berbatu-batu dan berpasiryang merekat satu sama lain. Terbentuk dari bahan-bahan lepas yang dimampatkan oleh tekanan sedimen dan diikat oleh semen alam.
- Batu pasir, terjadi dari pasir-pasir kuning dan merah. Terbentuk dari pasir yangdimampatkan oleh tekanan sedimen.
- Batu serpih, baunya seperti tanah liat, agak lunak. Terdiri dari butir-butir halus, berwarna hijau, kuning, merah, dan abu-abu. Terbentuk dari lumpur yang diikat oleh semen alam.
- Batu kapur, bertekstur agak lunak, berwarna putih, merah keabu-abuan, membentuk gas karbondioksida apabila ditetesi asam. Terbentuk dari organism yang telah mati. Menggunakan kalsium karbonatdari laut untuk melindungi bagian-bagian tubuhnya dari pengaruh air dan angin.
Jenis-jenis batuan metamorf :
- Batu pualam, memiliki campuran warna-warna yang berbeda-beda dan mempunyai pita-pita warna. Kristal-kristal sedang sampai kasar. Bila ditetesi asam akan mengeluarkan suara mendesis. Terbentuk apabila batu kapur mendapatkan tekananyang tinggi.
- Batu sabak, berwarna abu-abu kehijau-hijauan, merah, hitam, serta dapat dibelah-belah menjadi lempengan tipis, dan lebih keras daribatu serpih. Terbentuk apabila batu serpih terkena suhu dan tekanan tinggi.
- Batu kuarsa, bersifat sangat keras, berwarna putih, merah keabu-abuan, butir-butirnya tidak jelas, agak bening seperti kaca. Batu ini terbentuk apabila batu pasir terkena suhu dan tekanan tinggi.
Yaitu lapisan udara yang menyelimuti bumi. Terdiri atas gas nitrogen (78%), oksigen (21%), sisanya terdiri atas gas lain seperti argon, karbondioksida, metana, dan uap air.
Manfaat atmosfer
1. Menyediakan udara untuk pernapasan.
2. Mengendalikan suhu Bumi.
3. Pelindung terhadap radiasi ultraviolet.
4. Melindungi permukaan Bumi dari jatuhnya meteor.
5. Mediumpenyebaran sinyal komunikasi radio.
Lapisan atmosfer dari yang paling bawah ke yang paling atas:
1. Troposfer
2. Stratosfer
3. Mesosfer
4. Ionosfer
Pemanasan global
Disebut juga efek rumah kaca, yaitu peristiwa peningkatan suhu rata-rata Bumi secara menyeluruh. Terjadi karena peningkatan gas-gas rumah kaca. Dimana dalam atmosfer Bumi terdapat gas-gas karbondioksida, metana, klorofluorokarbon, dan nitrogen oksida. Gas-gas ini menyerap dan memancarkan sebagian besar energy inframerah yang dipancarkan matahari. Jadi, energy inframerah yang diserap terperangkap dalam atmosfer dan membuat bumi tetap hangat. Secara normal tanpa penyerapan ini suhu Bumi akan 33oC lebih rendah dari suhu normal Bumi. Tetapi suhu akan meningkat karena gas-gas tersebut terperangkap di atmosfer dan dipancarkan kembali ke Bumi.
Akibat yang ditimbulkan dari terjadinya pemanasan global:
1. Terjadinya hujan asam.
2. Perubahan pola hujan dan cuaca.
3. Esdikutub mencair.
4. Gelombang panas.
TEKANAN
1. TEKANAN
Tekanan adalah gaya yang bekerja tegak lurus pada sebuah permukaan per satuan luasan bidang tekan
Rumus : P = F
A
Keterangan : P = tekanan (Pa // N/m²)
F = gaya (N)
A = luas permukaan bidang tekan (m²)
2. Tekanan Pada Zat Cair
a. Tekanan Hidrostatis = tekanan yang terjadi pada zat cair yang diam
Rumus : P = ρ. g. h
Keterangan : Ph = tekanan hidrostatis (pa)
ρ = massa jenis zat cair (kg/m³)
g = gravitasi bumi (m/s²)
h = kedalaman dari permukaan (m)
b. Bejana Berhubungan
Rumus : ρ1.h1 = ρ2.h2
Keterangan : ρ1 = massa jenis zat cair 1
h1= tinggi zat cair 1
ρ2 = massa jenis zat cair 2
h2= tinggi zat cair 2
c. Hukum Pascal
- Tekanan akan diterima dan diteruskan kesegala arah secara merata
- Contoh : mesin pengangkat mobil
Bunyi hukum pascal : tekanan yang diberikan pada suatu zat cair yang tertutup diteruskan ke segala arah dan sama besar.
Rumus : F1 = F2
A1 A2
Keterangan : F1 = gaya yang bekerja pada penghisap kecil
A1 = luas penampang penghisap kecil
F2 = gaya yang bekerja pada penghisap besar
A2= luas penampangpenghisap besar
d. Hukum Archimedes
Sebuah benda yang dicelupkan seluruh atau sebagian ke dalam fluida di angkat ke atas oleh gaya apung yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan.
Rumus gaya ke atas: FA = ρ. g. V
Keterangan : ρ = massa jenis zat cair
g= gaya gravitasi
V= volum zatcair
Rumus gaya ke atas: FA = wu - wa
Keterangan : wu = gaya berat di udara
wa= gaya berat di dalam zat cair
3. Tekanan Atmosfir
a. Mengukur tekanan atmosfir
Rumus : h. = (76 cmhg- x) × 10
0.1
Keterangan : h = ketinggian dari permukaan laut
x = tekanan udara di suatu tempat
b. Mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup
jika P udara luar > P udara dalam tabung gas
P gas = P udara + h
jika P udara luar < P udara dalam tabung gas
P gas = P udara - h
4. Hukum Boyle
Berbunyi : jika suhu dalam bejana tertutup di jaga tetap, maka tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya.
Rumus : P1. V1 = P2. V2
Tekanan adalah gaya yang bekerja tegak lurus pada sebuah permukaan per satuan luasan bidang tekan
Rumus : P = F
A
Keterangan : P = tekanan (Pa // N/m²)
F = gaya (N)
A = luas permukaan bidang tekan (m²)
2. Tekanan Pada Zat Cair
a. Tekanan Hidrostatis = tekanan yang terjadi pada zat cair yang diam
Rumus : P = ρ. g. h
Keterangan : Ph = tekanan hidrostatis (pa)
ρ = massa jenis zat cair (kg/m³)
g = gravitasi bumi (m/s²)
h = kedalaman dari permukaan (m)
b. Bejana Berhubungan
Rumus : ρ1.h1 = ρ2.h2
Keterangan : ρ1 = massa jenis zat cair 1
h1= tinggi zat cair 1
ρ2 = massa jenis zat cair 2
h2= tinggi zat cair 2
c. Hukum Pascal
- Tekanan akan diterima dan diteruskan kesegala arah secara merata
- Contoh : mesin pengangkat mobil
Bunyi hukum pascal : tekanan yang diberikan pada suatu zat cair yang tertutup diteruskan ke segala arah dan sama besar.
Rumus : F1 = F2
A1 A2
Keterangan : F1 = gaya yang bekerja pada penghisap kecil
A1 = luas penampang penghisap kecil
F2 = gaya yang bekerja pada penghisap besar
A2= luas penampangpenghisap besar
d. Hukum Archimedes
Sebuah benda yang dicelupkan seluruh atau sebagian ke dalam fluida di angkat ke atas oleh gaya apung yang besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan.
Rumus gaya ke atas: FA = ρ. g. V
Keterangan : ρ = massa jenis zat cair
g= gaya gravitasi
V= volum zatcair
Rumus gaya ke atas: FA = wu - wa
Keterangan : wu = gaya berat di udara
wa= gaya berat di dalam zat cair
3. Tekanan Atmosfir
a. Mengukur tekanan atmosfir
Rumus : h. = (76 cmhg- x) × 10
0.1
Keterangan : h = ketinggian dari permukaan laut
x = tekanan udara di suatu tempat
b. Mengukur tekanan gas dalam ruang tertutup
jika P udara luar > P udara dalam tabung gas
P gas = P udara + h
jika P udara luar < P udara dalam tabung gas
P gas = P udara - h
4. Hukum Boyle
Berbunyi : jika suhu dalam bejana tertutup di jaga tetap, maka tekanan gas berbanding terbalik dengan volumenya.
Rumus : P1. V1 = P2. V2
GETARAN DAN GELOMBANG
GETARAN
Getaran adalah gerakan bolak balik melewati titik keseimbangan dalam waktu tertentu
Peristiwa getaran dalam kehidupan sehari-hari yaitu : dawai gitar yang dipetik, drum yang dipukul, pegas yang digetarkan dan ayunan.
PERIODE dan FREKUENSI GETARAN
PERIODE adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran.
Rumus : T = t
n
Keterangan : T = perioda getaran
t = waktu
n = jumlah getaran yang dilakukan
FREKUENSI adalah jumlah getaran yang dilakukan tiap satu sekon
Rumus : f = n
t
Keterangan : f = frekuensi
n = jumlah getaran yang dilakukan
t = waktu
HUBUNGAN FREKUENSI DAN PERIODE
frekuensi adalah kebalikan dari perioda. Hingga dapat dituliskan:
f = 1 atau T = 1
T f
GELOMBANG
Gelombang adalah getaran yang merambat pada medium tertentu pada selang waktu tertentu.
Gelombang Transversal
Pola gelombang yang merambat menjauhi sumber getarnya. Arah getar gelombang tegak lurus dengan arah perambatannya
Gelombang Longitudinal
Gelombang yang merambat membentuk pola rapatan – rapatan dan renggangan – renggangan. Arah rambatnya berimpit dan sejajar dengan arah getaran tiap – tiap bagian.
PERIODE DAN FREKUENSI GELOMBANG
Periode gelombang adalah waktu yang diperlukan untuk terjadi satu gelombang, dan waktu untuk menempuh jarak satu panjang gelombang. Dengan kata lain satu periode akan menempuh jarak sejauh satu panjang gelombang.
Getaran adalah gerakan bolak balik melewati titik keseimbangan dalam waktu tertentu
Peristiwa getaran dalam kehidupan sehari-hari yaitu : dawai gitar yang dipetik, drum yang dipukul, pegas yang digetarkan dan ayunan.
PERIODE dan FREKUENSI GETARAN
PERIODE adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran.
Rumus : T = t
n
Keterangan : T = perioda getaran
t = waktu
n = jumlah getaran yang dilakukan
FREKUENSI adalah jumlah getaran yang dilakukan tiap satu sekon
Rumus : f = n
t
Keterangan : f = frekuensi
n = jumlah getaran yang dilakukan
t = waktu
HUBUNGAN FREKUENSI DAN PERIODE
frekuensi adalah kebalikan dari perioda. Hingga dapat dituliskan:
f = 1 atau T = 1
T f
GELOMBANG
Gelombang adalah getaran yang merambat pada medium tertentu pada selang waktu tertentu.
Gelombang Transversal
Pola gelombang yang merambat menjauhi sumber getarnya. Arah getar gelombang tegak lurus dengan arah perambatannya
Gelombang Longitudinal
Gelombang yang merambat membentuk pola rapatan – rapatan dan renggangan – renggangan. Arah rambatnya berimpit dan sejajar dengan arah getaran tiap – tiap bagian.
PERIODE DAN FREKUENSI GELOMBANG
Periode gelombang adalah waktu yang diperlukan untuk terjadi satu gelombang, dan waktu untuk menempuh jarak satu panjang gelombang. Dengan kata lain satu periode akan menempuh jarak sejauh satu panjang gelombang.
GAYA DAN HUKUM NEWTON
GAYA
1. Gaya adalah tarikan atau dorongan. Benda + gaya dapat menghasilkan perubahan bentuk dan perubahan gerak.
2. Jenis-jenis Gaya
a) Gaya Sentuh
Contoh : gaya pegas dan gaya otot
b) Gaya Tak Sentuh
Contoh : gaya gravitasi, gaya magnet dan gaya listrik
Gaya Gesek
- Timbul pada 2 permukaan yang kasar yang bersentuhan
- Arahnya selalu melawan arah gerak benda
Gaya Berat
- Disebabkan oleh pengaruh gravitasi
Rumus : w = m. g
Keterangan : w = gaya berat (N)
m = massa (kg)
g = gravitasi (10 m/s²)
5. Hukum-hukum Newton
Hukum I Newton
Bunyinya : jika tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda, maka benda akan diam atau bergerak lurus beraturan
Rumus : ∑F = 0
Contoh : pada saat mengendarai motor, apabila motor direm mendadak maka yang dibonceng akan terdorong kedepan
Hukum II Newton
Bunyinya : percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya pada benda sebanding dan searah dengan resultan gaya tersebut dan berbanding terbalik dengan massa benda
Rumus : a = F F = m . a
m
contoh : kelereng yang kecil akan lebih dipercepat daripada bola bowling ketika diberikan dorongan oleh gaya yang sama. Hal ini karena semakin besar massa benda, semakin besar inersianya.
Hukum III Newton
Bunyinya : gaya aksi dan reaksi sama besar, tetapi berlawanan arah dan bekerja pada 2 benda yang berbeda.
Rumus : F aksi = -F reaksi
Contoh : jika kita berdiri dilantai, maka secara tidak sengaja kita telah memberikan gaya aksi pada lantai dan sebaliknya lantai juga memberikan gaya reaksi pada kita.
1. Gaya adalah tarikan atau dorongan. Benda + gaya dapat menghasilkan perubahan bentuk dan perubahan gerak.
2. Jenis-jenis Gaya
a) Gaya Sentuh
Contoh : gaya pegas dan gaya otot
b) Gaya Tak Sentuh
Contoh : gaya gravitasi, gaya magnet dan gaya listrik
- Gaya termasuk besaran vektor (memiliki besar dan arah) yang memiliki satuan newton (SI) dan dyne (CGS)
- Gaya-gaya Searah = dijumlahkan
- Gaya-gaya Berlawanan Arah = dikurang/selisih
- Benda Setimbang = ∑F = 0 artinya gaya-gaya berlawanan arah dengan besar yang sama (gaya kekiri = gaya kekanan)
Gaya Gesek
- Timbul pada 2 permukaan yang kasar yang bersentuhan
- Arahnya selalu melawan arah gerak benda
Gaya Berat
- Disebabkan oleh pengaruh gravitasi
Rumus : w = m. g
Keterangan : w = gaya berat (N)
m = massa (kg)
g = gravitasi (10 m/s²)
5. Hukum-hukum Newton
Hukum I Newton
Bunyinya : jika tidak ada resultan gaya yang bekerja pada benda, maka benda akan diam atau bergerak lurus beraturan
Rumus : ∑F = 0
Contoh : pada saat mengendarai motor, apabila motor direm mendadak maka yang dibonceng akan terdorong kedepan
Hukum II Newton
Bunyinya : percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya pada benda sebanding dan searah dengan resultan gaya tersebut dan berbanding terbalik dengan massa benda
Rumus : a = F F = m . a
m
contoh : kelereng yang kecil akan lebih dipercepat daripada bola bowling ketika diberikan dorongan oleh gaya yang sama. Hal ini karena semakin besar massa benda, semakin besar inersianya.
Hukum III Newton
Bunyinya : gaya aksi dan reaksi sama besar, tetapi berlawanan arah dan bekerja pada 2 benda yang berbeda.
Rumus : F aksi = -F reaksi
Contoh : jika kita berdiri dilantai, maka secara tidak sengaja kita telah memberikan gaya aksi pada lantai dan sebaliknya lantai juga memberikan gaya reaksi pada kita.
CAHAYA
PENGERTIAN CAHAYA
Cahaya merupakan suatu gelombang elektroagnetik yang dalam kondisi tertentu dapat berkelakuan seperti suatu partikel. Sebagai sebuah gelombang cahaya dapat dipantulkan dan dibiaskan, serta mengalami polarisasi dan interferensi.
PEMANTULAN CAHAYA
Karena merupakan paket gelombang, cahaya dapat dipantulkan. Jika mengenai suatu permukaan benda, cahaya akan dipantulkan.
Besar pantulan cahaya bergantung pada jenis permukaan benda. Cermin merupakan benda yang paling baik dalam pemantulan cahaya.
MACAM-MACAMPEMANTULAN CAHAYA
Ada dua macam pemantulan cahaya, yaitu:
1. Pemantulan teratur
Berkas sinar sejajar yang mengenai permukaan bidang yang halus dan rata, akan dipantulkan sejajar. Hal ini mengakibatkan banyaknya sinar pantul yang masuk ke mata pengamat. Peristiwa ini disebut pemantulan teratur.
2. Pemantulan baur
Berkas sinar sejajar yang mengenai permukaan bidang yang kasar atau tidak rata, akan dipantulkan ke segala arah. Hal ini mengakibatkan banyaknya sinar pantul yang tidak masuk ke mata pengamat. Peristiwa ini disebut pemantulan baur (difus)
BENDA GELAP
MACAM-MACAM BENDA GELAP
Benda gelap ada 3 macam :
1. Benda bening
Benda bening adalah benda yang dapat meneruskan hampir semua cahaya yang diterimanya, contoh: kaca bening.
2. Benda tembus cahaya
Benda tembus cahaya adalah benda gelap yang masih dapat meneruskan sebagian cahaya yang diterimanya. Contoh: kain, dan kertas tipis
3. Benda tak tembus cahaya
Benda tak tembus cahaya adalah benda yang sama sekali tidak meneruskan cahaya yang diterimanya, contoh: triplek, karton, kayu
PEMBIASAN CAHAYA
Pembiasan cahaya (refraksi) adalah peristiwa pembelokan berkas cahaya yang merambat dari suatu medium ke medium yang lainnya yang berbeda kerapatan optiknya.
HUKUM SNELLIUS
“sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang dan ketiganya berpotongan pada satu titik”. Pernyataan tersebut dikenal dengan dengan Hukum I Snellius
“sinar datang dari medium renggang, menuju ke medium rapat dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium rapat menuju ke medium renggang dibiaskan menjauhi garis normal”. Pernyataan ini disebut dengan Hukum II Snellius
HUBUNGAN ANTARA INDEKS BIAS DAN PANJANG GELOMBANG ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
Rumus: n = λ1
λ2
Keterangan : n = indeks bias
λ1 = panjang gelombang udara
λ2 = panjang gelombang suatu medium
PRISMA
Prisma adalah benda tembus cahaya yang terbuat dari kaca dan dibatasi oleh dua bidang permukaan yang membentuk sudut pembias ( β ).
Sudut bias adalah sudut antara sinar bias dengan garis normal. Sedangkan sudut datang adalah sudut antara sinar datang dan garis normal.
Berkas cahaya yang jatuh pada prisma akan dibiaskan sebanyak 2 kali karena prisma mempunyai dua bidang pembias. Sinar datang dibiaskan oleh bidang bias pertama mendekati garis normal. Sinar bias tersebut dibiaskan lagi oleh bidang pembias kedua menjauhi garis normal dan keluar dari prisma.
Jika sinar datang dan sinar bias yang keluar dari prisma diperpanjang, kedua sinar tersebut akan mengalami perpotongan. Sudut yang dibentuk oleh perpanjangan sinar datang dan sinar bias yang keluar dari prisma disebut sudut deviasi ( D ).
PEMBENTUKAN BAYANGAN CERMIN DATAR
Cermin datar merupakan benda mengkilap yang dapat memantulkan hampir semua cahaya yang mengenainya secara teratur.
Sifat sifat bayangan yang terjadi pada cermin datar:
1. Maya, karena bayangan benda tidak dapat ditangkap layar
2. Tegak, karena posisi bayangan sama dengan posisi benda
3. Sama besar, karena bayangan sama besar dengan benda
4. Bersebelahan, karena letak bayangan selalu berlawanan dengan letak benda
5. Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin
PEMBENTUKAN BAYANGAN CERMIN dan LENSA CEKUNG
Cermin cekung mempunyai permukaan bagian dalam yang mengkilap sehingga dapat memantulkan hampir semua cahaya yang mengenainya. Berkas sinar datang dengan sumbu utama dipantukan mengumpul menuju ke titik fokus.
Lensa cekung bersifat divergen, yaitu menyebarkan berkas cahaya yang dibiaskan. Pembentukan bayangan oleh lensa cekung. Sifat sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung:
PEMBENTUKAN BAYANGAN CERMIN dan LENSA CEMBUNG
Cermin cembung mempunyai permukaan luar yang mengkilap sehingga dapat memantulkan hampir seluruh cahaya yang mengenainya. Sinar yang datang menuju cermin cembung dipantulkan dengan sudut yang besarnya sama dengan sudut datang.
Lensa cembung bersifat konvergen, yaitu: mengumpulkan berkas cahaya yang dibiaskan. Pembentukan bayangan oleh lensa cembung memiliki sifat bayangan:
Cahaya merupakan suatu gelombang elektroagnetik yang dalam kondisi tertentu dapat berkelakuan seperti suatu partikel. Sebagai sebuah gelombang cahaya dapat dipantulkan dan dibiaskan, serta mengalami polarisasi dan interferensi.
PEMANTULAN CAHAYA
Karena merupakan paket gelombang, cahaya dapat dipantulkan. Jika mengenai suatu permukaan benda, cahaya akan dipantulkan.
Besar pantulan cahaya bergantung pada jenis permukaan benda. Cermin merupakan benda yang paling baik dalam pemantulan cahaya.
MACAM-MACAMPEMANTULAN CAHAYA
Ada dua macam pemantulan cahaya, yaitu:
1. Pemantulan teratur
Berkas sinar sejajar yang mengenai permukaan bidang yang halus dan rata, akan dipantulkan sejajar. Hal ini mengakibatkan banyaknya sinar pantul yang masuk ke mata pengamat. Peristiwa ini disebut pemantulan teratur.
2. Pemantulan baur
Berkas sinar sejajar yang mengenai permukaan bidang yang kasar atau tidak rata, akan dipantulkan ke segala arah. Hal ini mengakibatkan banyaknya sinar pantul yang tidak masuk ke mata pengamat. Peristiwa ini disebut pemantulan baur (difus)
BENDA GELAP
- Benda yang terlihat oleh mata ada dua macam, yaitu sumber cahaya dan benda gelap. Sumber cahaya memancarkan berkas cahaya yang masuk ke mata sehingga benda tersebut dapat terlihat. Contoh sumber cahaya : lilin, lampu, matahari, bintang, dll
- Benda gelap akan terlihat oleh mata jika berkas cahaya yang dipantulkan oleh benda tersebut masuk ke mata.
MACAM-MACAM BENDA GELAP
Benda gelap ada 3 macam :
1. Benda bening
Benda bening adalah benda yang dapat meneruskan hampir semua cahaya yang diterimanya, contoh: kaca bening.
2. Benda tembus cahaya
Benda tembus cahaya adalah benda gelap yang masih dapat meneruskan sebagian cahaya yang diterimanya. Contoh: kain, dan kertas tipis
3. Benda tak tembus cahaya
Benda tak tembus cahaya adalah benda yang sama sekali tidak meneruskan cahaya yang diterimanya, contoh: triplek, karton, kayu
PEMBIASAN CAHAYA
Pembiasan cahaya (refraksi) adalah peristiwa pembelokan berkas cahaya yang merambat dari suatu medium ke medium yang lainnya yang berbeda kerapatan optiknya.
HUKUM SNELLIUS
“sinar datang, garis normal, dan sinar bias terletak pada satu bidang dan ketiganya berpotongan pada satu titik”. Pernyataan tersebut dikenal dengan dengan Hukum I Snellius
“sinar datang dari medium renggang, menuju ke medium rapat dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya, sinar datang dari medium rapat menuju ke medium renggang dibiaskan menjauhi garis normal”. Pernyataan ini disebut dengan Hukum II Snellius
- Cahaya yang merambat dari suatu medium ke medium lain akan mengalami perubahan kecepatan. Perbandingan antara indeks bias mutlak medium tujuan dan indeks bias mutlak medium asal disebut indeks bias relatif.
- Pada saat cahaya merambat dari udara ke medium lain, panjang gelombang cahaya berubah, tetapi frekuensinya tetap.
HUBUNGAN ANTARA INDEKS BIAS DAN PANJANG GELOMBANG ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
Rumus: n = λ1
λ2
Keterangan : n = indeks bias
λ1 = panjang gelombang udara
λ2 = panjang gelombang suatu medium
PRISMA
Prisma adalah benda tembus cahaya yang terbuat dari kaca dan dibatasi oleh dua bidang permukaan yang membentuk sudut pembias ( β ).
Sudut bias adalah sudut antara sinar bias dengan garis normal. Sedangkan sudut datang adalah sudut antara sinar datang dan garis normal.
Berkas cahaya yang jatuh pada prisma akan dibiaskan sebanyak 2 kali karena prisma mempunyai dua bidang pembias. Sinar datang dibiaskan oleh bidang bias pertama mendekati garis normal. Sinar bias tersebut dibiaskan lagi oleh bidang pembias kedua menjauhi garis normal dan keluar dari prisma.
Jika sinar datang dan sinar bias yang keluar dari prisma diperpanjang, kedua sinar tersebut akan mengalami perpotongan. Sudut yang dibentuk oleh perpanjangan sinar datang dan sinar bias yang keluar dari prisma disebut sudut deviasi ( D ).
PEMBENTUKAN BAYANGAN CERMIN DATAR
Cermin datar merupakan benda mengkilap yang dapat memantulkan hampir semua cahaya yang mengenainya secara teratur.
Sifat sifat bayangan yang terjadi pada cermin datar:
1. Maya, karena bayangan benda tidak dapat ditangkap layar
2. Tegak, karena posisi bayangan sama dengan posisi benda
3. Sama besar, karena bayangan sama besar dengan benda
4. Bersebelahan, karena letak bayangan selalu berlawanan dengan letak benda
5. Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin
PEMBENTUKAN BAYANGAN CERMIN dan LENSA CEKUNG
Cermin cekung mempunyai permukaan bagian dalam yang mengkilap sehingga dapat memantulkan hampir semua cahaya yang mengenainya. Berkas sinar datang dengan sumbu utama dipantukan mengumpul menuju ke titik fokus.
Lensa cekung bersifat divergen, yaitu menyebarkan berkas cahaya yang dibiaskan. Pembentukan bayangan oleh lensa cekung. Sifat sifat bayangan yang dibentuk oleh lensa cekung:
- Selalu tegak
- Selalu maya , didepan lensa
- Selalu diperkecil
PEMBENTUKAN BAYANGAN CERMIN dan LENSA CEMBUNG
Cermin cembung mempunyai permukaan luar yang mengkilap sehingga dapat memantulkan hampir seluruh cahaya yang mengenainya. Sinar yang datang menuju cermin cembung dipantulkan dengan sudut yang besarnya sama dengan sudut datang.
Lensa cembung bersifat konvergen, yaitu: mengumpulkan berkas cahaya yang dibiaskan. Pembentukan bayangan oleh lensa cembung memiliki sifat bayangan:
- Terbalik
- Nyata, dibelakang lensa
- Diperbesar
Langganan:
Postingan (Atom)